header

20 August 2013

Proposal PTK : Meningkatkan Keterampilan Menulis Deskripsi



Proposal menulis deskripsi ini adalah proposal saya sendiri yang saya ajukan sebagai tugas akhir. Sangat sederhana karena memang saya tidak mau ribet, asal cepat kelar dan benar. Maklumlah kuliah kedua kalinya itu sudah tidak begitu menarik dan semangatnya sudah tidak sekencang semangat waktu kuliah pertama ketika baru lulus SMA. 

Over all semoga proposal ini bisa membantu kawan-kawan yang membutuhkan contoh proposal Penelitian Tindakan Kelas untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi menulis deskripsi dengan menggunakan media gambar. 



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dalam masyarakat, bangsa dan negara.
Berbagai usaha pembaharuan kurikulum, perbaikan sistem pengajaran, peningkatan kualitas kemampuan guru, dan lain sebagainya, merupakan suatu upaya ke arah peningkatan mutu pembelajaran. Banyak hal yang dapat ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya adalah bagaimana cara menciptakan suasana belajar yang baik, mengetahui kebiasaan dan kesenangan belajar siswa agar siswa bergairah dan berkembang sepenuhnya selama proses belajar berlangsung. Untuk itu seharusnya guru mencari informasi tentang kondisi mana yang dapat meningkatkan pembelajaran di sekolah dasar.
Sesuai dengan kenyataan yang terjadi pada saat ini, mata pelajaran bahasa Indonesia sering diremehkan oleh sebagian besar siswa, bahkan dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan, khususnya dalam aspek menulis. Menurut Pantow dkk (2002) bahwa dalam dunia pendidikan, menulis merupakan suatu tuntutan keterampilan yang harus dikuasai oleh manusia sebagai bahasa tulis. Oleh karena itu, sejak dini pengajaran bahasa selalu harus didasarkan pada keterampilan bahasa dan salah satunya adalah menulis.
Pada hakikatnya, pembelajaran bahasa adalah belajar berkomunikasi,mengingat bahasa merupakan sarana komunikasi dalam masyarakat. Untuk dapatberkomunikasi dengan baik, seseorang perlu belajar cara berbahasa yang baik danbenar. Pembelajaran tersebut akan lebih baik manakala dipelajari sejak dini danberkesinambungan. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa disertakan dalamkurikulum. Hal ini berarti setiap peserta didik dituntut untuk mampu menguasaibahasa yang mereka pelajari terutama bahasa resmi yang dipakai oleh negara yangditempati peserta didik. Begitu pula di Indonesia, bahasa Indonesia menjadi materi pembelajaran yang wajib diberikan di setiap jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Hal itu dilakukan supaya peserta didik mampu menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar serta mampu menerapkannya dalam kehidupan masyarakat. Menulis sebagai suatu kegiatan berbahasa yang bersifat aktif dan produktif merupakan kemampuan yang menuntut adanya kegiatan encoding yaitu kegiatan untuk menghasilkan atau menyampaikan bahasa kepada pihak lain melalui tulisan. Kegiatan berbahasa yang produktif adalah kegiatan menyampaikan gagasan, pikiran, atau perasaan oleh pihak penutur, dalam hal ini penulis. Sebenarnya kegiatan produktif terdiri dari dua macam yaitu berbicara dan menulis. Meskipun sama-sama merupakan kegiatan produktif, kegiatan tersebut mempunyai perbedaan yang utama, yaitu pada media dan sarana yang digunakan. Berbicara menggunakan sarana lisan, sedangkan menulis menggunakan sarana tulisan. Di samping itu, berbicara merupakan aktivitas memberi dan menerima bahasa, yaitu menyampaikan gagasan pada lawan bicara pada waktu yang bersamaan menerima gagasan yang disampaikan lawan bicara. Jadi dalam berbicara terjadi komunikasi timbal-balik, hal yang tidak dapat ditemui dalam menulis.
Sementara itu, menulis adalah kegiatan menyampaikan gagasan yang tidak dapat secara langsung diterima dan direaksi oleh pihak yang dituju. Aktivitas menulis merupakan salah satu manisfestasi kemampuan (dan keterampilan) berbahasa paling akhir yang dikuasai pembelajar bahasa setelah mendengarkan, membaca, dan berbicara (Nurgiyantoro, 2001: 296). Dalam buku yang sama juga dijelaskan apabila dibandingkan dengan keterampilan berbahasa yang lain, kemampuan menulis lebih sulit dikuasai oleh pembelajar bahasa karena kemampuan menulis menghendaki penguasaan berbagai aspek lain di luar bahasa, untuk menghasilkan paragraf atau wacana yang runtut dan padu. Nurgiantoro (2001: 273) mengungkapkan bahwa menulis adalah aktivitas mengungkapkan gagasan melalui media bahasa. Batasan yang dibuat Nurgiantoro sangat sederhana, menurutnya menulis hanya sekedar mengungkapkan ide,gagasan, atau pendapat dalam bahasa tulis, lepas dari mudah tidaknya tulisan tersebut dipahami oleh pembaca.
Di SDN 27 Cakranegara kesulitan siswa dalam menulis biasanya terlihat ketika siswa diminta untuk menulis sebuah deskripsi sederhana, mendeskripsikan suatu benda ataupun ketika menulis puisi, mereka sering mengeluh dan terlihat bingung dengan apa yang ingin mereka tulis. Kebosanan, kejenuhan, serta kebingungan siswa dalam hal menulis yang mengakibatkan rendahnya prestasi belajar siswa dalam pembelajaran menulis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :

a.       Kurangnya minat siswa terhadap kegiatan menulis.
b.      Kurangnya motivasi siswa, baik dari dalam diri mereka maupun dari lingkungan belajar.
c.       Pengembangan strategi pembelajaran yang kurang membangkitkan daya imajinasi siswa dan kreativitas siswa dalam berbahasa maupun bersastra.
d.      Media yang digunakan dalam pembelajaran yang kurang sesuai sehingga siswa kurang bersemangat dalam belajar.
Secara umum, masalah yang terjadi pada siswa kelas IV SDN 27 Cakranegara adalah kurangnya keterampilan siswa dalam menulis deskripsi. Hal itu dapat diketahui dari hasil tes pada mata pelajaran Bahasa Indonesia aspek menulis pada tanggal 15 Januari 2012 yang dilakukan bersama guru kelas, dengan tujuan pembelajaran meningkatkan keterampilan menulis deskripsi yang dilaksanakan pada siswa kelas IV SDN 27 Cakranegara, yang dirasakan masih kurang. Dari tes tersebut diperoleh hasil tulisan siswa belum sempurna, karena penggunaan katanya belum tepat dan kalimatnya cenderung diulang-ulang sehingga tidak mudah untuk dipahami. Perolehan nilai rata-rata kelas yang seharusnya mencapai nilai di atas nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) kelas IV SDN 27 Cakranegara pada mata pelajaran Bahasa  Indonesia aspek menulis, yakni 65 dan pada kenyataannya hanya mencapai angka 60, sehingga hanya 27% siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) bahasa Indonesia dalam aspek menulis untuk kelas IV Semester I SDN 27 Cakranegara. Dengan adanya permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka guru harus mengambil tindakan, yakni dengan mencari dan menggunakan suatu pendekatan atau model pembelajaran yang efektif, inovatif, dan berpotensi memperbaiki pembelajaran menulis, sehingga meningkatkan minat, motivasi, dan sikap siswa terhadap pembelajaran menulis yang berakibat pada meningkatnya prestasi belajar siswa. Untuk itulah guru (peneliti) merancang suatu bentuk pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan melalui media gambar sebagai media alternatif untuk memperbaiki pembelajaran menulis.
Media gambar dimaksudkan untuk memudahkan siswa dalam menulis deskripsi. Melalui media gambar siswa akan terinspirasi menuangkan ide-ide yang ia peroleh dengan melihat gambar. Hal ini sesuai dengan fungsi media gambar yaitu  menyajikan pembelajaran yang lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkembangkan motivasi belajar, dan dapat mengatasi keterbatasan pengalaman siswa dalam berimajinasi dan berekespresi. Dengan menggunakan media gambar dalam penelitian ini, diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi pada siswa kls IV SDN 27 Cakranegara.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraiakn di atas, maka penelitian ini akan berfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan upaya mendayagunakan media gambar sebagai sarana pembelajaran sehingga dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa kelas IV SDN 27 Cakranegara.
B.     Rumusan Masalah dan Cara Pemecahan Masalah
1.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah pokok dalam penelitian ini adalah :
a.       Bagaimanakah peningkatan proses keterampilan menulis deskripsi dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas IV SDN 27 Cakranegara?
b.      Bagaimanakah peningkatan hasil keterampilan menulis deskripsi dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas IV SDN 27 Cakranegara?
2.      Cara Pemecahan Masalah
a.        
C.    Tujuan Penelitian
Tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah:
1.        Tujuan Umum
Tujuan umum penelitian ini adalah peningkatan keterampilan menulis deskripsi dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas IV SDN 27 Cakranegara.
2.        Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari penelitian ini adalah:
b.      Meningkatkan proses keterampilan menulis deskripsi dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas IV SDN 27 Cakranegara.
c.       Meningkatkan hasil keterampilan menulis deskripsi dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas IV SDN 27 Cakranegara.




D.    Manfaat Penelitian
Hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
a.      Manfaat Teoretis
Secara teoretis, penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat meningkatkan dan memperbaiki mutu pembelajaran menulis dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas IV dengan memanfaatkan media gambar.
b.      Manfaat Praktis
1.      Bagi Siswa
Penelitan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi siswa dalam pembelajaran, sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar bahasa Indonesia, khususnya dalam aspek menulis. Dengan demikian, siswa dapat menyukai kegiatan menulis dan dapat mengembangkan kreativitas siswa dalam menuangkan berbagi ide, gagasan, serta pengalamannya dalam sebuah tulisan imajinatif yang dapat dinikmati oleh orang lain.
2.      Bagi Guru
Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi guru, yakni dapat memberikan pengalaman dan wawasan bagi guru bahwa dalam membelajarkan bahasa Indonesia pada aspek menulis, khususnya pada pelajaran mengarang yang membutuhkan suatu pendekatan dalam proses pembelajaran sehingga tercipta suasana yang nyaman dan menyenangkan. Dengan demikian siswa dapat termotivasi dalam belajar dan akan berakibat pada pencapaian prestasi belajar yang maksimal dan sesuai dengan harapan.
3.      Bagi Sekolah
Penelitian tindakan ini dilakukan sebagai tolak ukur dalam peningkatan dan perbaikan mutu pembelajaran menulis di sekolah.

E.     Kerangka Pemecahan Masalah
Menulis deskripsi merupakan sebuah tulisan yang menjelaskan suatu keadaan dengan runtut yang bertujuan membuat pembaca seakan-akan berada di tempat kejadian, ikut merasakan, mengalami, melihat dan mendengar mengenai satu peristiwa atau adegan, sehingga menulis deskripsi membutuhkan sesuatu yang dapat menginspirasi penulis, salah satunya yaitu dengan gambar. Media gambar sangat dibutuhkan oleh siswa pada saat menulis deskripsi. Dengan adanya gambar yang dilihat, dapat memudahkan siswa untuk mendapatkan inspirasi dalam menulis, seperti menentukan judul, penggunaan kata-kata yang tepat dan lain-lain.
Melihat permasalahan yang ada, maka untuk meningkatkan keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas IV SDN 27 Cakranegara akan dilakukan beberapa tindakan yaitu dengan menggunakan media gambar dalam proses pembelajaran,sehingga dapat merangsang siswa untuk mengeluarkan ide-ide dan gagasan mereka dalam menulis sebuah deskripsi.
Adapun tindakan atau langkah-langkah pembelajarannya adalah sebagai berikut:
a.       Siswa menerima penjelasan langkah-langkah menyusun deskripsi dan memperhatikan beberapa contoh gambar yang ditampilkan oleh guru di depan kelas.
b.      Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya tentang materi yang telah dijelaskan.
c.       Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan kemampuan akademiknya.
d.      Salah satu siswa membagikan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) untuk membuat deskripsi sesuai dengan gambar.
e.       Siswa mulai mendiskusikan LKS yang telah dibagikan.
f.       Salah seorang perwakilan dari masing-masing kelompok membaca hasil diskusinya didepan kelas.
g.      Siswa menyimpulkan materi pembelajaran.

F.     Definisi Operasional
Secara operasional, istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini diberi batasan sebagai berikut :
1.      Menulis
Menulis merupakan kegiatan pengungkapan gagasan secara tertulis. Menulis boleh dikatakan keterampilan yang paling sukar bila dibandingkan dengan keterampilan berbahasa lainnya. Menurut Tarigan (dalam Depdiknas, 2009) menulis berarti mengekspresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan. Sarana mewujudkan hal itu adalah bahasa. Isi ekspresi melalui bahasa itu akan dimengerti  orang lain atau pembaca bila dituangkan dalam bahasa yang teratur, sistematis, sederhana dan mudah dimengerti.


2.      Karangan Deskripsi
Karangan deskripsi adalah Deskripsi adalah tulisan yang tujuannya memberikan perincian atau detail tentang objek sehingga dapat memberi pengaruh pada sentivitas dan imajinasi pembaca atau pendengar bagaikan mereka ikut melihat, mendengar, merasakan, atau mengalami langsung objek tersebut (Semi, 2003:41). Deskripsi bertujuan menyampaikan sesuatu hal dalam urutan atau rangka ruang dengan maksud untuk menghadirkan di depan mata angan-angan pembaca segala sesuatu yang dilihat, didengar, dicecap, diraba, atau dicium oleh pengarang. (Widyamartaya, 1992:9-10). Jadi, deskripsi adalah bentuk tulisan yang bertujuan memperluas pengetahuan dan pengalaman pembaca dengan jalan melukiskan hakikat objek yang sebenarnya.
3.      Media Gambar
Menurut Oemar Hamalik (1986:43) berpendapat bahwa “ Gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual dalam bentuk dua dimensi sebagai curahan perasaan atau pikiran”. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001: 329) “ Gambar adalah tiruan barang, binatang, tumbuhan dan sebagainya.”
Menurut Arief Sadiman, Dkk (2003: 28-29): Media grafis visual sebagimana halnya media yang lain. Media grafis untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan disampikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual. Simbol-simbol tersebut perlu dipahami benar artinya agar proses penyampian pesan dapat berhasil dan efisien.
Selain fungsi umum tersebut, secara khusus gambar berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin cepat akan dilupakan atau diabaikan tidak digambarkan. Gambar termasuk media yang relatif mudah ditinjau dari segi biayanya.


Disini saya share hanya bab 1 saja, untuk file lengkapnya kawan-kawan bisa download di link ini. Good Luck dan Sukses selalu untuk kita semua!


Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...