header

02 April 2011

Tiga Kaum di Malam Minggu

Menjelang larut malam mereka pulang dengan berbagai macam perasaan. Sebagian pulang dengan hati yang bermekaran dan dipenuhi bunga-bunga. Merekalah orang-orang yang sukses bermalam minggu versi-nya. Sebagian lagi pulang dengan perasaan berantakan, muka kusut menahan emosi. Bisa dipastikan pasanganya telah melakukan perbuatan yang menoreh hatinya. Tidak mungkin hanya sekedar kelebihan makan sambal saat makan mie ayam di Lesehan Udayana, mustahil juga karena sang pacar salah memasukan sambal ke dalam jus striwberry-nya. Pastilah sang pacar tak sesuai harapan. Banyak hal, bau badan, bau mulut, kuku kotor atau mereka memilih bubar karena salah satu dari mereka tak setia. Kemudian ada sebagian lagi yang tak pulang-pulang karena mereka memang tidak pergi kemana-mana. Mereka hanya dirumah bertemankan social network, televisi, handphone, buku-buku jurus menaklukan hati lawan jenis, novel-novel motivasi untuk bangkit dari keterpurukan atau belajar membuat aneka penganan. Kasian! Merekalah para Jomblo, yang belum kebagian lawan jenis untuk membagi rasa. Merekalah sebagian orang yang dianggap kurang beruntung walau sebenarnya dalam pikiran mereka belum ada cewek atau cowok yang beruntung mendapatkan mereka. Cukup pede!

Lalu aku? Aku masuk ke kaum yang mana? Jika boleh memilih aku ingin masuk bagian yang pertama. Kamu juga pasti sama denganku. Namun sayangnya. Aku tak masuk pada bagian manapun kecuali ada beberapa persamaan saja. Aku menghabis malam mingguku disini. Di internet, di blogku yang sederhana ini, di jejaring socialku yang punya ribuan teman dan sebagian besar jomblo, aku berusaha melewati malam ini dengan buku-buku tentang cara menjadi pemenang kehidupan dan membaca beberapa halaman blog orang tentang tips berpacaran jarak jauh! 

Ya..akhirnya kau tahu. Aku dalam status LDR alias Long Distance Relationship. dan aku hanya bisa menebak-nebak benarkah dia setia seperti aku disini yang tak punya kesempatan mendua? hehe. Harapanku, semoga dia juga tak berkesempatan untuk itu.Meski kekhawatiran selalu ada. Kadang-kadang aku seperti ikhlas saja dengan apa yang akan terjadi, bahkan yang terburuk tapi kadang-kadang juga aku takut.. takut kehilangan dia. Ribet banget memperbaiki hati yang patah. Maka itu aku berusaha menjalani ini dengan sabar saja, dengan santai dan ringan.

Whatever-lah... yang jelas malam ini tidak cukup membosankan.Cukup segar saat aku mandi karena setelah main badminton di GOR BT Tanjung Karang aku berkeringat cukup banyak. Aku juga cukup bahagia membaca sepotong komentarnya di my Social Network. 

Semoga malam minggu kalian menyenangkan!
Comments
4 Comments

4 comments:

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...