Ketika Hal-hal Buruk Terjadi Dalam Hidupmu

0 Komentar Seru!!
Jika ini luka fisik. Setahun mungkin waktu yang lebih dari cukup untuk membuatnya sembuh dan tak meninggalkan bekas lagi. Sel-sel kecil di dalam kulit bisa jadi sudah kembali tumbuh dalam jumlah yang banyak, ratusan, ribuan dan mungkin saja jutaan. Rasa sakitnya pun sudah jelas tak akan banyak kita ingat karena apalah pentingnya mengingat-ingat rasa sakit kulit yang luka. Dengan sendirinya ia akan memudar lalu menghilang. Bahkan setelah setahun kita sudah lupa dibagian mana pernah terluka, siapa yang melukai bisa jadi sudah bukan hal yang penting lagi. Tetapi ini adalah luka hati. Apakah obatnya? Jelas tidak mungkin dengan menyanyikan lirik-lirik lagu Geisha yang berjudul Lumpuhkanlah Ingatanku bisa menghapus luka hati begitu saja, jelas aku tidak mau hilang ingatan. Itu lelucon garing.

Aroma Kemarau

0 Komentar Seru!!
Aroma kemarau perlahan-lahan tiba disini
mencuatkan bulir-bulir kenangan
Tentang tanah-tanah retak
ternak yang gelisah 
dan si kecil penggembala yang punggungnya mengkilat 
memantulkan ketegaran serupa matahari negeri timur...

Teduh hanyalah dalam pangkuan-Mu
pun ketika malam menjadi terlalu dingin menusuk tulang
Engkau kehangatan abadi yang memeluk senja....

(7 Mei 2015, di Pagi kamis yang manis)

Tentang Novel Tambora 1815

0 Komentar Seru!!
Malam ini sembari menemani anak saya Quin bermain karena belum juga ngantuk saya melanjutkan kembali membaca novel Tambora 1815 karya mas Paox Iben setelah dua hari tertunda karena sulitnya menemukan waktu yang pas untuk membaca dengan nyaman dan tenang. Saya adalah tipe orang yang kalau membaca sebuah buku itu harus pelan-pelan, rileks dan tenang. Saya bisa membaca cepat sebuah novel tebal tapi saya tidak suka sesuatu yang saya sukai itu habis terlalu cepat. Saya ingin menikmatinya pelan-pelan, penuh penghayatan dan imajinasi. Karena itu meski terkadang ada waktu di sela-sela istirahat kerja saya memilih untuk tidak membacanya, saya lebih memilih membaca ketika saya sedang menunggu motor saya selesai di cuci di pencucian motor, semakin lama motor selesai semakin senang saya. hehehe.

Note : Postingan saya kali ini anggaplah ini semacam kata hati saya sebagai pembaca dan penggemar sebuah novel, jangan anggap ini review sebuah buku seperti yang ditulis reviewers (bener gak tuh sebutannya) kelas atas itu. Saya takutnya kalian yang membaca postingan ini kurang puas dengan sedikit kesan saya tentang Novel Tambora 1815 ini. Ini real apa yang saya rasakan ketika dan setelah membaca novel hebat ini.

Dan malam ini tuntas juga saya membaca novel hebat karya mas Paox Iben ini. Sejak memulai membaca, saya seperti sedang berada di antara kecamuk dan hiruk pikuk zaman itu, ketika Belanda membuat negeri ini saling berperang satu sama lain, saya membayangkan bagaimana menderitanya para budak-budak belian, saya juga larut dalam kekaguman saya pada Rafless yang mencintai Batavia, di novel ini saya baru benar-benar mengenal sosok Rafless sang penemu Bunga Raflesia itu (moga bagian ini bukan fiksi ya mas Paox). Pun saya tak bisa alihkan perhatian saya pada kisah hidup dan cinta Wa Sni' yang terombang-ambing seperti sehelai bulu yang diterbangkan angin, saya memuji kehebatan mas Paox menciptakan Karakter Rahmat yang bisa dibilang seorang pemuda idaman yang mencintai agamanya, ilmu pengetahuan, persahabatan, dan petualangan, komplit!

Teman Perempuan

0 Komentar Seru!!
Siapa pun pasti pernah punya teman perempuan. Entah ketika kecil ataupun dewasa. Rugi bangetlah kalau tidak pernah punya teman perempuan. Selain teman laki-laki juga sangat memerlukan keberadaan teman perempuan. Bukan untuk "macam-macam" tapi memang kadang-kadang kita butuh teman yang berbeda dari laki-laki. Aah agak susah sih menjelaskannya, jadi sebaiknya kamu pantengin aja nih beberapa twitt dari mas Huda tentang Teman Perempuan yang kalau menurut saya pribadi nih, tepat banget deh dan 98% benar adanya, kita butuh teman perempuan, bukan untuk macam-macam, ingat!