Ngobrol Sama Quin

Salah saya sendiri sih sebenarnya pernah mengenalkan Quin ke Indomaret. Tapi ya mau gak mau anak-anak sekarang pasti tau nama tempat-tempat perbelanjaan disekitarnya. Cuma saya agak-agak ragu juga apa anak umur dua tahun udha boleh tau apa belum ya?. 

Terlepas dari boleh atau gak, Quin sudah hafal semua nama-nama tempat dimana ayah ibunya sering beli keperluan sehari-hari dan parahnya dia kadang-kadang minta kesana kalau sedang rewel karena ngantuk, lapar, atau kesal. Anak-anak memang aneh kadang-kadang, lagi ngantuk bukannya minta tidur malah rewel dulu minta ini itu. Lagi lapar bukannya bilang "saya lapar, ayah ibu" tapi rewel dulu dengan alasan yang tidak jelas. Tapi sekarang Alhamdulillah saya dan istri saya sudah hafal kalau misalnya Quin mulai "beraksi". 

Seperti malam ini misalnya, dia sudah mulai ngantuk, biasanya sih minta di garuk-garuk punggungnya dan di elus-elus rambutnya lalu tidur, malam ini beda lagi, dia minta ke Indomaret. Huwaaah. Apalah anak kecil ini. Tapi malam ini saya sukses mengalihkan perhatiannya gak seperti kemarin-kemarin saya sempat kelabakan jawab pertanyaan-pertanyaan polosnya.
Read More

Rencana Tuhan Itu Pasti Keren!

Aku membayangkan ada hari ketika seseorang menjadi mengerti dengan sendirinya tentang segala sesuatu yang selama ini tak dimengerti. Aku juga kadang-kadang membayangkan betapa leganya perasaan ketika mendapati seseorang yang sekuat tenaga kau usahakan untuk mengerti suatu hal tiba-tiba menjadi begitu faham, sadar dan mengakui bahwa betapa ia keliru selama ini. Pastilah itu adalah hari yang begitu membahagiakan buat siapa saja yang diuji Tuhan dengan ujian kecakapan hidup dan dakwah. Bahwasanya mengajak orang lain untuk faham beberapa hal itu begitu sulit. Terlebih ketika mereka merasa tak ada yang salah dengan semua yang sedang dilakukan. Seperti melarang sekawanan monyet agar tidak mencuri tanaman petani. Menurut petani monyet salah, tapi menurut monyet itu haknya untuk berbuat sesuka hati, peduli amat petani marah atau terganggu yang penting dia bahagia dan kenyang. Bisa dibayangkan bagaimana susahnya?

Kadang-kadang aku juga berpikir kenapa Tuhan menempatkan seseorang pada keadaan yang tidak disukai oleh orang tersebut? Kenapa seseorang yang meminta hidup bahagia malah diberikan keadaan yang membuat seseorang harus bertarung dengan keadaan setiap waktu? Kenapa harus ada orang yang tidak peduli pada keadaan dan hati orang lain? Hahahaha bukankah katanya Tuhan Maha Baik? 

Begitulah, kita tak pernah tahu ada apa dibalik semua peristiwa yang diberikan Tuhan pada kita. Kalau saya sendiri sih selalu berprasangka baik aja. Bisa jadi Allah sedang menempa kita untuk lebih kuat dan hebat karena hidup ini terus berjalan, bisa jadi di depan jalan kita nanti akan ada ujian yang lebih lagi yang membutuhkan kekuatan super kita. Bisa jadi juga Allah sedang menjadikanmu perantara untuk sebuah kebaikan bagi orang lain. Maka jangan menyerah, kawan. 
Read More

Ketika Kakak Adik Saling Merindukan

Ada moment lucu sekaligus bikin haru tadi magrib. Saya semakin mengerti, bahkan bayipun merasakan rasa rindu dan mungkin juga cinta. Semoga selalu begitu...

Jadi, tadi sore Quin di ajak sama om nya jalan-jalan. Sampai magrib belum juga balik dan ternyata dia sedang naik odong-odong dan gak mau turun-turun. Sementara Deeva di rumah, sdg main sama saya dan ibunya. Setelah sholat magrib kelar, rumah jadi terasa hening tanpa suara nyanyian dan teriakan nyaring kakak Quin. 

Tiba-tiba Deeva mulai seperti gelisah lalu menangis sesenggukan kayak orang besar lagi sedih banget. Kami pikir dia mulai mengantuk tapi ketika dikelonin tidak juga mau tidur dan masih terus menangis-nangis. Lalu beberapa menit kemudian muncul si Kakak dari pintu, tiba-tiba juga dia menangis sesenggukan kayak orang sedih sekali. Makin ditanya kenapa nangis malah semakin nangis, ya udah akhirnya saya ajak becanda dan saya gendong berdua sama adiknya. Beberapa saat kemudian kedua sudah tidak menangis lagi, kakaknya mulai mengajak adeknya ngobrol dan ketawa, Adeknya juga tiba-tiba ikutan girang. Meski sisa sesengguka mereka berdua masih belum hilang, air matanya juga masih belum dilap.

Setelah tenang saya tanya ke kakaknya.
"Kakak kenapa nangis, kangen adek ya? soalnya dari tadi Adek juga nangis, kayaknya nyari kakaknya. Kesepian dia..."

eeh bukannya di jawab tapi malah salah tingkah lalu dipeluk adeknya sambil bilang.
"Adek jangan nangis ya... "

Jadi pas melihat moment itu saya jadi senyum-senyum sambil terharu juga.  Semoga tetap begitu sampai besar ya anak-anak ayah yang hebat!
Read More