Semuanya hanya akan menjadi kenangan di masa depan. Tak ada yang bisa dikembalikan dari masa lalu. Kita hanya perlu tersenyum saat mengingat semua yang telah lalu. Bahwa betapa dulu kita pernah begitu sama-sama egois dalam menentukan siapa yang lebih hebat dari siapa. Siapa yang lebih gaul dari yang lainnya, siapa yang lebih pantas mendapatkan cewek cantik di sekolah dan lain-lain. Bahagialah atas kenangan-kenangan itu. Bahkan aku sering tertawa sendiri mengingat aku pernah berkelahi dengan Farhan teman sekelasku karena pacar kami bedua yang berkelahi lebih dulu. Kami, layaknya seorang pacar yang baik maju ke depan membela pacar masing-masing.
βlogkaji™
21 May 2013
Teman dan Kenangan
11 May 2013
Giliran
Apapun yang terjadi, seperti apapun yang kita rasakan saat ini, sedih, senang, sakit, atau bahagia sejatinya kita sedang menjalani sekaligus giliran. Yah, giliran untuk sedih, giliran untuk bahagia dan sabagainya.
Jika saat ini dunia seolah tak berpihak padamu, bersabarlah. Terus saja lakukan hal baik dalam hari-harimu karena pada saatnya nanti giliran untuk bahagia akan tiba juga. Jika ada orang yang selalu memandangmu remeh, tersenyum dan bersabarlah teruskan saja hari-harimu dengan terus melakukan hal-hal baik, ingatlah roda kehidupan terus berputar.
06 May 2013
Kebaikan untuk Mereka
Terkadang aku berpikir wujud sayang kita pada orang-orang sekeliling kita tidak hanya dengan pemberian harta atau benda melainkan juga dengan cara selalu memperbaiki diri, menjadi orang baik untuk orang lain.
kenapa begitu? menurutku semakin banyak orang yang menyayangiku maka semakin banyak pula orang-orang yang harus ku doakan kebaikannya dalam setiap waktuku berdoa. Jika aku tidak pernah berbuat baik, alangkah malu dan terasa sombong sekali aku saat berdoa memohon-mohon pada Allah kebaikan atas orang-orang yang ku sayangi sementara aku selalu lalai dalam menjalankan kewajibanku pada Allah. Bagaimana Allah akan mengabulkam doaku sementara aku sering berpaling dari kewJibanku.
20 April 2013
Perjalanan
Seseorang yang sangat ku hormati pernah memberiku nasehat yang sangat berharga, dan aku sangat berterimakasih padanya, nasehat yang panjang dan ia ikhlas atas waktunya. Begini nasehatnya...
Ada saat-saat dimana hidup berjalan tak sesuai dengan yang kita inginkan. Saat-saat dimana ada sesuatu yang salah dengan hari-hari yang kita lalui, ada kenyataan yang tidak sesuai dengan rencana. Ada janji-janji yang menguap dan menggantung jauh hingga tak mungkin terjangkau. Ada kekecewaan atas pengorbanan yang tarabaikan. Saat itulah Tuhan mengujimu.
Layaknya sekolah, ujian adalah proses untuk memasuki level baru dalam hidup. Level yang lebih tinggi. Tuhan punya alasan atas semua yang harus kita lewati, ada makna dalam setiap peristiwa pahit yang harus kita lalui, begitu juga dengan peristiwa baik. Kita hanya dituntut untuk melewatinya dengan baik dan bijak. Melaluinya dengan hati lapang, jiwa yang tenang dan pikiran sehat. Kota pinya tiga bekal untuk melewatinya dengan baik : Menekan ego, menyadari keberadaan diri dan berkaca pada masa lalu.
Subscribe to:
Posts (Atom)